Berdzikir Sepanjang Menyetir
_Mudik pada momen lebaran sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Perjalanan mudik yang melelahkan tidak sedikit mengganggu ketentraman jiwa, perasaan, batin, dan pikiran. Apalagi ketika dihadapkan suasana macetnya jalanan. Penenangan jiwa itu sendiri umumnya diisi dengan hiburan dan nyanyian saja. Padahal Islam sudah mengajarkan hanya dengan dzikir hati akan menjadi tenang dan tentram. Maka dari itu dalam setiap perjalanan safar sekalipun Rasulullah saw selalu memenuhinya dengan dzikir; shalat, membaca/mendengarkan al-Qur`an (murattal) dan bacaan-bacaan dzikir dalam perjalanan_ Mudik dengan tenang dan tentram hanya akan tercapai dengan dzikrul-‘Llah. Itu sudah Allah swt maklumatkan dalam salah satu firman-Nya: ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ ٢٨ _*(Yang akan mendapat hidayah Allah itu adalah) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan dzikir kepada Allah. Ingatlah, hanya denga...