'Ibadurrahman; Sangat Respon Terhadap Ayat-ayat Allah swt

Akhlaq 'Ibadurrahman selanjutnya adalah mereka sangat respon terhadap ayat-ayat Allah; tidak acuk tak acuh, merasa tidak butuh dan tidak peduli, mereka benar-benar serius dan sangat antusias terhadap seluruh ayat-ayat Allah swt.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآَيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا

_Orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat- ayat Rabb mereka tidak bersikap seperti orang tuli dan buta_ (QS. al-Furqan: 73)

Inilah sifat orang-orang beriman sebagaimana disebutkan pula dalam ayat lainnya,

الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

_Sesungguhnya orang-orang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetar hati mereka. Apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah kuat imannya dan hanya kepada Rabb-lah mereka bertawakkal_ (QS. al-Anfal [8] : 2).

Namun hal ini berbeda dengan keadaan orang-orang kafir ketika mendengar ayat-ayat Allah swt, malah tidak berbekas dan tidak mengurangi kekufuran mereka. Bahkan mereka tetap berada dalam kekufuran dan pembangkangan, serta kejahilan dan kesesatan. Allah swt berfirman,

وَإِذَا مَا أُنزلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَذِهِ إِيمَانًا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ. وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَى رِجْسِهِمْ

_Apabila diturunkan suatu surah kepada orang-orang munafiq, diantara mereka ada yang berkata: “Siapa di antaramu yang bertambah imannya dengan turannya surat ini?” Adapun orang-orang beriman, surah itu menambah keimanan mereka dan mereka merasa gembira. Adapun orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya, surah itu akan menambah kekafiran mereka, mereka pun mati dalam keadaan kafir (QS. at-Taubah [9] : 124-125).

Mujahid berkata,

لم يسمعوا : ولم يبصروا، ولم يفقهوا شيئًا

“Orang-orang beriman tidaklah seperti orang yang ketika dihadapkan ayat Allah malah tidak mendengar, tidak melihat dan tidak memahami sedikit pun.”

Hasan al-Bashri berkata,

كم من رجل يقرؤها ويخر عليها أصم أعمى.

_Betapa banyak orang yang membaca ayat Allah, mereka malah tuli dan buta (tidak mau mengambil pelajaran_

Qatadah menjelaskan mengenai ayat di atas,

لم يصموا عن الحق ولم يعموا فيه، فهم -والله -قوم عقلوا عن الله  وانتفعوا بما  سمعوا من كتابه

_Orang-orang beriman (‘Ibadurrahman) tidaklah tuli dan buta dari mendengar atau melihat kebenaran. Sungguh –demi Allah-, mereka adalah kaum yang mau berpikir dan mengambil manfaat dari kitabullah (al-Qur`an)_ (Tafsir al-Qur`an al-‘Azhim, 10: 332).

Muhammad Ibn ‘Ali as-Syaukani berkata, 

_Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat- ayat Rabb mereka, yaitu dengan al-Qur`an, atau dengan nasehat atau pelajaran dari al-Qur`an, mereka tidaklah seperti orang yang tuli dan buta. Bahkan mereka tersungkur sambil mendengar dan taat serta mengambil manfa'at dari al-Qur`an tersebut_ (Fathul-Qadir, 5: 295, as-Syamilah). 

Dalam Tafsir Jalalain dikatakan hal yang serupa dengan as-Syaukani (Tafsir Jalalain, 377).

Syaikh ‘Abdurrahman Ibn Nashir as-Sa’di berkata, 

_Jika mereka (orang-orang beriman) diberi peringatan ayat Rabb mereka yaitu al-Qur`an yang mesti mereka dengar dan mengambil petunjuk darinya, mereka tidaklah berpaling, tidak mendengar, memalingkan pandangan atau memalingkan hati mereka sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak beriman dan tidak mau membenarkan al-Qur`an. Keadaan mereka (orang-orang beriman) sebagaimana disebutkan swt,

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ

_Orang-orang yang beriman terhadap ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Kami, mereka menyungkur sujud, bertasbih, memuji Rabb-nya dan tidak menyombongkan diri (QS. as-Sajdah [33] : 15). 

_Ketika mendengar dan memperhatikan peringatan Allah swt, mereka menerima dan tunduk sehingga bertambahlah iman mereka dan bertambah sempurna rasa percaya mereka. Mereka pun akhirnya bertambah semangat, gembira dan bersenang hati_ (Taisir al-Karimir-Rahman, 587).

Semoga dengan merenungi ayat ini membuat kita termotivasi dan selalu respon dan antusias untuk merenungkan seluruh ayat-ayat Allah swt. Aamiin

Wal-'Llahul-Musta'an

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perumpamaan Dunia dan Akhirat seperti Air Laut dan Jari

Al-Muqarrabun (Sabiqun bil-khairat)

Kisah Wanita Yang Terkena Penyakit Ayan (Epilepsi)