Yang Rasulullah saw Takutkan Atas Umatnya (Bagian Pertama)

Setidaknya ada dua hal yang Rasulullah saw takutkan menimpa atas umatnya; yang pertama adalah beliau sangat takut umatnya terjangkit penyakit bernama syirik kecil, yakni riya. Riya ini mesti diwaspadai karena bisa menjangkit ahli ibadah sekalipun sehingga menjadikan ancaman terhadap pelakunya di kemudian hari. 

Istilah haditsnya riya (ingin dilihat orang lain) dan sum’ah (ingin didengar/diketahui orang lain). Inilah yang paling Nabi saw takutkan. Bukan dalam hal umatnya menyembah tuhan lain selain Allah swt atau menduakan-Nya dalam penyembahan dengan menyembah tuhan selain-Nya, melainkan umatnya meniatkan amal-amal ibadahnya pada riya atau sum’ah. Dalam konteks media sosial hari ini berarti ingin viral, banyak views, likes, followers, dan komentar baik dari masyarakat media sosial.

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ قَالُوْا وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ اَلرِّيَاءُ يَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا جَزَى النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ اِذْهَبُوْا إِلَى الَّذِيْنَ كُنْتُمْ تُرَاؤُوْنَ فِي الدُّنْيَا فَانْظُرُوْا هَلْ تَجِدُوْنَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً

_“Sesungguhnya yang paling ditakuti dari apa yang aku takuti menimpa kalian adalah syirik kecil.” Mereka bertanya: “Apa syirik kecil itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Riya. Allah ‘Azza wa Jalla akan berfirman pada hari kiamat ketika Dia membalas amal-amal manusia, ‘Pergilah kepada pihak-pihak yang kamu riya terhadapnya sewaktu di dunia. Lalu perhatikanlah, apakah kalian mendapatkan balasan dari sisi mereka?”_ (Hadits Mahmud ibn Labid dalam Musnad Ahmad bab hadits Mahmud ibn Labid no. 23680 dan 23686).

Hadits di atas jelas mengancam dengan menyebut “syirik” karena amal ibadah yang semestinya diniatkan mencari keridlaan Allah swt semata, malah diniatkan mencari perhatian manusia. Allah swt tidak mungkin memberikan balasan atas amal yang tidak diniatkan untuk-Nya. Dalam hadits lain Nabi saw mengingatkan:

مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللَّهُ بِهِ وَمَنْ يُرَائِي يُرَائِي اللَّهُ بِهِ

_Siapa yang ingin didengar, maka Allah akan menjadikannya didengar. Siapa yang ingin terlihat, maka Allah akan menjadikannya terlihat_ (Shahih al-Bukhari bab ar-riya was-sum’ah no. 6499).

_Maksud hadits di atas, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama, orang yang berniat dalam amalnya sum’ah dan riya hanya akan mendapatkan pengakuan dari orang-orang semata, tidak akan mendapatkan pahala dari Allah swt. Atau Allah akan memperlihatkan dan memperdengarkannya di hadapan manusia nanti para hari kiamat dengan cara menjelek-jelekkannya dan merendahkannya. Atau bisa juga, Allah swt akan memperlihatkan dan memperdengarkan kejelekannya di hadapan manusia sejak di dunia ini_ (Syarah Shahih Muslim an-Nawawi). 

Faktanya memang demikian, siapapun yang masih memiliki nurani, bukannya senang dan bangga terhadap orang yang suka pamer, melainkan jijik dan merendahkannya.

Na’udzu bil-‘Llah min dzalik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perumpamaan Dunia dan Akhirat seperti Air Laut dan Jari

Al-Muqarrabun (Sabiqun bil-khairat)

Kisah Wanita Yang Terkena Penyakit Ayan (Epilepsi)