Ketika Makanan Telah Tersaji, Makan Dulu Atau Shalat Dulu

Seringkali makanan telah tersaji bertepatan dengan adzan. Dalam hal ini manakah yang mesti didahulukan; makan dulu atau shalat dulu?

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _“Tidak ada shalat ketika makanan telah dihidangkan, begitu pula tidak ada shalat bagi yang menahan (kencing atau buang air besar).”_ (HR. Muslim no. 560).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 
Sebelum kita menyinggung hukum fikih berkaitan dengan hadis ini, perlu kita tahu bahwa hadis yang mulia ini diantara dalil yang menunjukkan shalat adalah ibadah yang sangat istimewa. Karena sebelum melakukan shalat, syariat memerintahkan segala hal yang dapat mengganggu kekhusyukan sholat hendaklah ditanggalkan terlebih dahulu. Seseorang yang shalat dalam keadaan lapar, dan makanan sudah tersaji, tentu dia sangat sulit meraih khusyuk dalam shalatnya. Oleh karenanya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam menegaskan pada hadis di atas, “Tak ada shalat ketika makanan telah dihidangkan..”.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 
Sehingga dapat disimpulkan bahwa seseorang diperintahkan mendahulukan makan daripada shalat, bila terpenuhi syarat-syarat berikut:

• Pertama, makanan telah tersaji.
• Kedua, lapar atau ada hasrat kuat untuk makan.
• Ketiga, mampu memakannya, baik secara tabiat maupun syariat.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 
Jika makanan belum terhidang, sementara perut merasakan lapar, maka tidak boleh mendahulukan makan daripada shalat. Demikian pula andaikan makanan sudah tersaji, akan tetapi tidak lapar, maka tidak boleh mendahulukan makan. Atau makanan sudah terhidang, dia merasa lapar, namun dia tak mampu menyantapnya karena ada penghalang yang sifatnya tabiat dan syariat.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 
Tabi’at misalnya, makanan masih sangat panas. Atau makanan sangat pedas, sementara perut tidak kuat dengan makanan-makanan pedas. Sedangkan syariat misalnya, puasa. Orang yang puasa tentu merasakan lapar, seandainya waktu azan Asar, hidangan buka puasa sudah tersaji, maka tetap mengutamakan shalat Asar berjemaah, bukan menunggu tiba waktu buka baru shalat, kemudian beralasan dengan hadis di atas.
ㅤㅤㅤ
Wal-'Llahu a'lam bis-shawabㅤㅤㅤ 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perumpamaan Dunia dan Akhirat seperti Air Laut dan Jari

Al-Muqarrabun (Sabiqun bil-khairat)

Kisah Wanita Yang Terkena Penyakit Ayan (Epilepsi)