Mendoakan Pengantin dengan Kalimat “Samawa”
Pertanyaan:
_Bismillah. Assalamualaikum. Afwan Ustadz, ada sebagian teman yang jika ada teman menikah lantas memberi ucapan semoga sakinah mawadah warohmah tapi ucapannya disingkat menjadi “Samawa”. Apakah ini dibenarkan ustadz?Jazaakallahu khairan_
Jawaban:
_Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh_
_Memang benar hari ini mayoritas umat Islam bisa dikatakan selalu menyingkat do'a dengan demikian. Namun hal tersebut masih mendingan daripada sekedar berjabat tangan saja (mushafahah) tanpa mendo'akan keberkahan. Padahal sunnah mengajarkan do'a khusus untuk mendo'akan kedua mempelai yang telah melangsungkan akad dengan do'a khusus. Sayangnya para tamu undangan sering melupakan dan melalaikan sunnah mendo'akan ini. Padahal apa salahnya berdiam sejenak dihadapan kedua mempelai sembari memanjatkan do'a keberkahan untuk mereka berdua daripada sekedar berjabat tangan dan memberikan amplop semata._
Adapun penjelasannya sebagai berikut;
Pertama, singkatan seperti itu kurang tepat dan tidak dianggap do'a.
Kedua, mengapa sebagian kita malas berdoa atau mendoakan orang lain sehingga harus disingkat-singkat? Apa merasa doa itu tidak penting?
Ketiga, yang dicontohkan oleh Nabi saw adalah mendoakan keberkahan. Do'a yang diajarkan oleh Nabi saw bagi pasangan pengantin adalah sebagai berikut:
بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ
_Baarakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi kharin_
Artinya;
_“Semoga Allah memberikan keberkahan padamu dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan”_ (HR. Abu Daud no. 2130, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).
Atau dalam riwayat lain versi ringkasnya cukup:
بَارَكَ اللهُ لَكَ
_Baarakallahu lak_
Artinya;
_“Semoga Allah memberikan keberkahan padamu”_ (HR. At Tirmidzi no.1094, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).
Boleh juga dengan bahasa Indonesia: _“Semoga berkah ya…”_ atau _“Semoga Allah berkahi…”_ dan semisalnya.
Keempat, singkatannya pun keliru. Jika yang dimaksud adalah sakinah (langgeng), mawaddah (penuh cinta), dan rahmah (penuh sayang), semestinya disingkat samara bukan samawa. Karena “wa” di sana adalah kata sambung, artinya: dan.
Oleh karena itu biasakanlah mendo'akan dengan sempurna sesuai sunnah. Jangan hanya berjabat tangan dan menyingkat do'a. Sempatkan sejenak mendo'akan kedua mempelai karena do'a keberkahan lebih penting untuk kehidupan keluarga mereka kelak, bukan hanya uang atau hadiah yang diberikan.
Wal-'Llahul-Musta'an.
Komentar
Posting Komentar